top of page

Ekonomi Sirkular: Peluang Bisnis yang Hemat & Berkelanjutan


Sirkularitas bumi, masyarakat, dan bisnis menjadi agenda penting yang perlu diperhatikan. Namun, jejak material manusia yang tidak bertanggungjawab menjadi tren yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Sering kali, manusia memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) dengan tidak efektif, sehingga mendorong kemunculan limbah yang terbuang sia-sia. Salah satu cara untuk mengurangi hal-hal yang tidak terkendali ini adalah dengan membuat ekonomi kita semakin sirkular, seperti mendorong terciptanya proses dan kebijakan publik yang dapat memaksimalkan nilai tambah dari suatu produk, bahan baku, dan SDA.


Ekonomi sirkular adalah suatu konsep untuk memaksimalkan penggunaan atau nilai dari SDA. Jumlah SDA akan terus berkurang seiring dengan tingkat konsumsinya yang terus bertambah dan diperkirakan mencapai 100 miliar ton di tahun 2030. Melihat situasi ini, hampir seluruh pemangku kepentingan, seperti pelanggan, investor, atau supplier, menuntut bisnis atau korporasi agar dapat mengoptimalkan sumber daya yang digunakan dalam produk.


Pengaplikasian konsep ekonomi sirkular sangat penting bagi bisnis atau korporasi. Berdasarkan Gold League, aksi 5R (rethink, refuse, reduce, reuse, dan recycle) dapat mewujudkan kembali ekosistem yang lebih berkelanjutan. Alih-alih menyelamatkan lingkungan, bisnis atau korporasi dapat menghemat biaya operasional.


Ada tiga prinsip ekonomi sirkular, yaitu:

  • Pengelolaan limbah

Sebagian besar aktivitas ekonomi bekerja secara linear, seperti produk yang dibuang jika sudah tidak digunakan. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengelolaan limbah untuk memulihkan dan mengembalikan produk ke siklus material, sehingga nilai dari produk tersebut tidak berkurang.


  • Penggunaan produk dan bahan berkelanjutan

Melalui ekonomi sirkular, sumber daya dapat dipertahankan jumlahnya. Caranya dengan mendaur ulang atau menggunakan kembali suatu produk, sehingga tercipta pemanfaatan yang berkelanjutan.


  • Pengembangan regenerasi alam

Regenerasi alam adalah upaya transformasi ekonomi dari linear ke sirkular untuk membangun alam kembali. Misalnya, praktik pertanian regeneratif, seperti revitalisasi dan rehabilitasi ekosistem, yang dapat membuat tanah lebih subur. Dengan begitu, penyerapan air berjalan lancar, dampak kekeringan teratasi, resiko banjir berkurang, dan nilai jual bertambah.


Ekonomi linear memiliki prinsip bahwa produk yang telah dihasilkan harus dibuang jika sudah tidak terpakai, sedangkan ekonomi sirkular memiliki prinsip bahwa produk bisa didaur ulang agar nilai jualnya tidak berkurang. Lalu, bagaimana implementasi ekonomi sirkular?



(Sumber: Ellen Macarthur Foundation)


Di atas adalah butterfly diagram, suatu skema dalam ekonomi sirkular yang menggambarkan implementasi sumber daya yang berkelanjutan. Ada dua siklus di dalamnya, yaitu siklus non-biologis (teknis) dan siklus biologis.


Dalam siklus non-biologis (teknis), produk dan bahan yang berkelanjutan melewati proses seperti reuse, refurbish, dan recycle. Dalam siklus biologis, nutrisi dari suatu sumber daya dikembalikan ke bumi untuk regenerasi alam.


Untuk mengaplikasikan strategi ekonomi sirkular, bisnis atau korporasi perlu melakukan beberapa penghitungan dan percobaan. Namun, langkah awal yang dapat mereka lakukan adalah menjawab dua pertanyaan:


  1. “Seberapa mudah produk bisnis saya bisa digunakan kembali?”

  2. “Seberapa mudah nilai dari produk bisnis saya bisa dicadangkan?”


Jawaban dari dua pertanyaan itu yang akan menentukan opsi strategis dari bisnis atau korporasi untuk mengaplikasikan ekonomi sirkular.


Konsep ekonomi sirkular menjadi hal menarik yang membantu bisnis atau korporasi dorong produktivitas alam tanpa batas. Melalui konsep ekonomi sirkular, GK-Plug and Play terus berusaha membantu bisnis dalam membuat inovasi yang dapat menyelamatkan lingkungan dan mendorong transisi energi hijau.


Untuk bekerjasama dengan GK-Plug and Play, klik di sini.



Comments


Recent Posts
Dukung Transformasi Digital, Assemblr Hadir dalam Tech for Business 2023

Dukung Transformasi Digital, Assemblr Hadir dalam Tech for Business 2023

Dukung Transformasi Digital, Assemblr Hadir dalam Tech for Business 2023

6Estates dan FundFluent Bekerjasama untuk Digitalisasi Sistem Pendanaan

6Estates dan FundFluent Bekerjasama untuk Digitalisasi Sistem Pendanaan

6Estates dan FundFluent Bekerjasama untuk Digitalisasi Sistem Pendanaan

BintanGO Raih Investasi Hingga 72 Miliar

BintanGO Raih Investasi Hingga 72 Miliar

BintanGO Raih Investasi Hingga 72 Miliar

bottom of page